Friday, July 29, 2011

Alves information: Promo Galaxy Tab 10.1 Hanya Rp 4,5 juta

Alves information: Promo Galaxy Tab 10.1 Hanya Rp 4,5 juta: "Setelah lama ditunggu peredarannya, Samsung akhirnya melakukan penjualan resmi perdana tablet Galaxy Tab 10.1 mereka di Pacific Place - J..."

Alves information: DroidKungFu, Malware yang Bisa Mengontrol Ponsel A...

Alves information: DroidKungFu, Malware yang Bisa Mengontrol Ponsel A...: "Para pengguna sistem Android tampaknya perlu berhati-hati kembali. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di North Carolina S..."

Alves information: Notebook Series 9, Tertipis dari Samsung

Alves information: Notebook Series 9, Tertipis dari Samsung: "Setelah hadir notebook super tipis macam MacBook Air dan Dell Adamo XPS yang dikagumi orang, Samsung muncul dengan produk serupa yang tak ..."

Alves information: Galaxy S II Disantap Pasar dengan Lahap

Alves information: Galaxy S II Disantap Pasar dengan Lahap: "Jika sebelumnya smartphone Android Galaxy S bisa laris 1 juta unit dalam waktu 70 hari maka versi kedua ini, Galaxy II S, hanya butuh wakt..."

information technologi: Microsoft Windows

information technologi: Microsoft Windows: "From Wikipedia, the free encyclopedia 'Windows' redirects here. For the part of a building, see Window . For other uses, see Windows (disam..."

information technologi: Android (operating system)

information technologi: Android (operating system): "From Wikipedia, the free encyclopedia Android Home screen displayed by Samsung Nexus S with Google running Android 2.3 'Gingerbread'..."

information technologi: Hybrid kernel

information technologi: Hybrid kernel: "From Wikipedia, the free encyclopedia A hybrid kernel is a kernel architecture based on combining aspects of microkernel and monolithic k..."

information technologi: Unix

information technologi: Unix: "From Wikipedia, the free encyclopedia (Redirected from UNIX ) Unix Evolution of Unix and Unix-like systems Company / developer Ke..."

Tuesday, July 5, 2011

First Review BlackBerry PlayBook


Setelah digadang-gadang sekian lama, BlackBerry PlayBook akhirnya dirilis. Tablet andalan RIM tersebut resmi beredar di pasaran Amerika Utara pada 19 April 2011. Sayangnya untuk pasar Indonesia, belum jelas kapan PlayBook akan hadir. 

Namun pada akhir April kemarin, pihak RIM Asia Pasifik telah mengundang sejumlah wartawan termasuk InfoKomputer untuk menjajal kemampuan PlayBook tersebut. Didampingi Oliver Pilgerstorfer (PR Manager RIM untuk Asia Tenggara), kami pun sempat menjajal kemampuan tablet yang memiliki layar 7 inci tersebut.

Bicara layar, hal pertama yang menarik perhatian adalah kualitas layarnya yang prima. Layar dengan resolusi 1024x600 pixel tersebut mampu menampilkan gambar yang sangat tajam, detail, dan kaya warna. Kelebihan tersebut sangat kentara saat PlayBook memainkan sebuah film yang menampilkan birunya laut dan awan dengan sangat memukau. 

Yang juga perlu digarisbawahi, PlayBook mendukung video HD kelas 1080p dengan berbagai format seperti AVI, MP4, FLV, termasuk video yang dikonversi ke format High Profile 1080p. Bayangkan enaknya menikmati film definisi tinggi di tengah kemacetan atau sidang paripurna dengan layar yang keren tersebut. By the way, PlayBook juga menyediakan colokan HDMI sehingga kita bisa memutar video dari PlayBook ke televisi.

Kami juga sangat menyukai bentuknya yang ringkas dan ringan. Secara dimensi, ukuran 13x 19,4 cm dan tebal 1 cm mungkin terlalu besar untuk masuk ke saku celana atau jas. Namun dengan bobot yang hanya 425 gram, PlayBook sepertinya tidak akan menjadi bagian merepotkan saat masuk ke tas kerja. Bagian belakang PlayBook sendiri terbuat dari material karet sehingga lebih kokoh digenggam tanpa mudah terasa licin. Jadi jika dibandingkan iPad, PlayBook unggul dari sisi portability.

Kelebihan lain yang coba ditonjolkan PlayBook adalah kemampuan mulitasking, dan Oliver menunjukkannya dengan sangat bangga. Ia contohkan bagaimana PlayBook bisa menjalankan berbagai aplikasi secara bersamaan, mulai dari browser, video, musik, dan aplikasi lainnya. Kami coba menjalankan sampai 10 aplikasi secara bersamaan dan PlayBook bisa menjalankannya tanpa masalah.

Menariknya, aplikasi yang berjalan di latar belakang bisa kita lihat prosesnya saat membuka jendela multitasking. Contohnya begini. Kita sedang menjalankan sebuah video lalu terpikir untuk membuka browser. Saat browser aktif, video tersebut tetap berjalan. Lalu kita membuka jendela multitasking, yang memperlihatkan thumbnail alias jendela kecil berisi browser dan video yang tadi kita putar.

Nah, di jendela multitasking tersebut, kita bisa melihat video tetap berjalan—mirip seperti kita memencet Alt-Tab di Windows 7. Hal tersebut tidak bisa dilakukan Android dan iOS, jadi demonstrasi tersebut menunjukkan bagaimana efektifnya PlayBook menjalankan multitasking.

Keunikan lain dari PlayBook adalah bezel alias area di pinggiran layar memiliki peran tersendiri. Contohnya jika ingin membuka jendela  mulitasking, kita tinggal gerakkan jari dari bezel bagian bawah ke atas. Jika ingin menutup aplikasi, kita tinggal geser jendela aplikasi ke bezel bagian atas. Sedangkan bezel kanan dan kiri berfungsi untuk berpindah ke aplikasi lain tanpa harus membuka jendela multitasking. Bahkan mengaktifkan keyboard pun bisa dilakukan dengan menggerakkan jari dari bezel pojok kiri ke tengah layar. Pendekatan ini menurut kami sangat efektif dan praktis meniadakan kebutuhan tombol fisik.

PlayBook sendiri memiliki toko aplikasi sendiri dan berbeda dengan App World untuk ponsel BlackBerry. Ditanya soal kesediaan aplikasi untuk PlayBook, Oliver mengaku memang saat ini belum banyak, namun ke depannya akan sangat cerah. Pasalnya, aplikasi PlayBook dapat dibuat dengan berbagai bahasa pemograman, seperti C/C++, Adobe Air, HTML5, dan JavaScript. “Bahkan PlayBook bisa menjalankan aplikasi Android” ungkap Oliver. RIM akan menyediakan semacam aplikasi virtualisasi yang akan menjalankan aplikasi Android di atas sistem operasi PlayBook. 

Ironisnya, dari semua demontrasi yang Oliver lakukan, tidak satu pun menyangkut email yang selama ini menjadi kekuatan BlackBerry. Ternyata, di sinilah “kelemahan” PlayBook: tidak adanya aplikasi email, kontak, maupun kalender. Satu-satunya mengakses data tersebut adalah dengan melakukan pairing dengan ponsel BlackBerry (yang RIM sebut dengan BlackBerry Bridge). Jika sudah terhubung, semua email dapat yang ada di ponsel BlackBerry dapat dilihat di PlayBook. Namun ketika pairing itu terputus, data tersebut hilang dari PlayBook. PlayBook juga tidak memiliki koneksi 3G, sehingga koneksi ke internet harus mengandalkan WiFi atau pairing  via BlackBerry Bridge.

Kesimpulan

Meski hanya menjajalnya sebentar, penilaian kami terhadap BlackBerry PlayBook membumbung tinggi. Dengan kualitas layar, portability, dan kemudahan pakai yang jempolan, PlayBook bisa menjadi tablet ideal bagi banyak orang. Sayangnya, PlayBook belum menyediakan aplikasi khusus email yang sebenarnya menjadi andalan BlackBerry selama ini. 

Selain tanggal pasti, Oliver juga tidak berani menyebutkan harga resmi PlayBook di Indonesia. Namun sebagai gambaran, di pasaran Amerika Serikat, PlayBook dijual dengan harga US$499 (16GB), US$599 (32GB), dan US$699 (64GB). Kita tunggu saja kiprah PlayBook di Indonesia. (Wisnu Nugroho)

Spesifikasi Penting BlackBerry Playbook

Layar
7 inci, 1024x600 pixel
Fasilitas
WiFi, Bluetooth, GPS, Mini HDMI, accelerometer, Gyrpscope, Magnetometer
Sistem Operasi
Playbook OS (berbasis QNX)
Kamera
5MP 1080 HD Video (belakang), 3 MP 1080 HD Video (depan)
Kapasitas
16GB, 32GB, 64GB
Dimensi/Bobot
130x19,4x1 cm/425 gram
Harga (untuk pasar AS)
US$499 (16GB), US$599 (32GB), dan US$699 (64GB)

Pengumuman Pemenang Survei Avira


Masih ingat dengan Survei Berhadiah AVIRA yang InfoKomputer selenggarakan beberapa waktu lalu di website ini?
Hari ini, saatnya kami umumkan 3 (tiga) orang yang telah berpartisipasi dan beruntung memperoleh hadiah dari kami.
Survei Berhadiah AVIRA kali ini berhasil memperoleh lebih dari 400 responden. Tapi, hanya 360 di antaranya yang kami hitung jawabannya serta berhak mengikuti pengundian karena mengisi seluruh pertanyaan dan data diri secara lengkap.
Berikut ini adalah hasil survei dari total 360 partisipan:

 Nah, sudah tidak sabar mengetahui siapa saja pemenang survei berhadiah AVIRA kali ini?
Inilah dia, 3 orang yang beruntung:
1. Arif Ismail Husin (ari*****@gmail.com, Jakarta)
2. Hamsah (anc*****@gmail.com, Batam)
3. Amarullah (amr****@hotmail.com, Sorong, Papua Barat)
Setiap pemenang akan mendapatkan hadiah berupa 1 paket Avira Premium Security Suite + TuneUp Utilities yang bisa diinstalasi ke 5 PC sekaligus.
Selamat bagi para pemenang. Kami akan menghubungi Anda melalui e-mail untuk konfirmasi hadiah.
Bagi para pembaca yang belum beruntung, silakan coba lagi pada kesempatan survei-survei berhadiah berikutnya. Kunjungi terus www.infokomputer.com supaya tidak ketinggalan informasinya.

Samsung Cabut Gugatan kepada Apple

Vendor ponsel Korea Selatan Samsung dikabarkan membatalkan tuntutannya kepada Apple terkait pelanggaran paten.

Tuntutan ini merupakan balasan Samsung kepada perusahaan asal Cupertino itu setelah mereka dituding mencuri desain serta teknologi iPhone maupun iPad untuk lini smartphone dan tablet mereka.

Meski demikian, Samsung menegaskan bahwa keputusan ini bukan berarti mereka telah sepenuhnya melupakan pertarungan hukum melawan Apple. "Samsung akan terus berupaya melindungi kekayaan intelektual kami," cetus juru bicara Samsung.

Samsung hanya akan membatalkan tuntutan yang dilontarkannya kepada Apple pada April lalu. Juru bicara Samsung mengklaim langkah ini dilakukan untuk mempersingkat 'perang hukum' mereka melawan Apple.

Ketegangan antara Samsung dan Apple kembali memanas pekan ini, di mana masing-masing pihak terus menekan pihak lainnya. Samsung meminta International Trade Commission AS untuk melarang impor perangkat Apple, sementara Apple mengajukan tuntutan awal atas empat produk Samsung.

Lebih lanjut, Samsung juga menuding Apple selalu melakukan berbagai cara untuk menghindari kompetisi. Di pihak lain, Apple menuduh Samsung "lebih agresif" ketimbang kompetitor lain dalam meniru iPhone dan iPad kebanggaan mereka. (Okezone/AppleInsider)

iPhone 5: Apa Saja yang Baru???

iPhone 5 dikabarkan baru akan meluncur September mendatang. Apakah generasi terbaru smartphone andalan Apple ini layak ditunggu kehadirannya?

Berbagai rumor sudah berkembang mengenai seperti apa fitur-fitur di iPhone 5. Dan jika ditilik, kebanyakan fitur tersebut sudah ada di smartphone yang edar saat ini, terutama yang mengusung sistem operasi Android.

Pertama, iPhone 5 kabarnya memakai layar cekung atau curved display. Saat ini, beberapa handset Android sudah menerapkan hal serupa, sebut saja Samsung Google Nexus S.

Kemudian, iPhone 5 kabarnya punya kamera 8 MP dengan LED Flash. Mungkin, ini adalah peningkatan cukup signifikan dibanding iPhone sebelumnya. Namun saat ini, sudah banyak ponsel berkemampuan setara seperti HTC Thunderbolt, HTC Sensation atau Samsung Galaxy S II.

iPhone 5 kemungkinan membawa prosesor dual core A5, sama dengan yang ada di tablet iPad 2. Inipun bukan keistimewaan. Smartphone seperti LG Optimus 2X, HTC Sensation sampai Motorola Atrix saat ini sudah memiliki kemampuan yang sama.

Ada juga rumor yang mengabarkan iPhone 5 memiliki layar 3 Dimensi yang tampilannya bisa disaksikan tanpa kacamata. Lagi-lagi, sekarang ini sudah ada handset dengan kebolehan semacam itu, misalnya LG Optimus 3D.

Jika fitur-fitur di atas benar dipakai di iPhone 5, mungkin tidak ada kelebihan berarti yang ditawarkan di sektor spesifikasi dibanding smartphone Android. Namun memang patut dicatat iPhone selama ini selalu laris walau spesifikasinya tidak lebih baik ketimbang rival.

Dukungan aplikasi melimpah ruah adalah salah satu alasannya, di samping layar sentuh intuitif. Bagi para pecintanya, iPhone 5 mungkin tetap layak ditunggu meski spesifikasinya tak segahar ponsel Android high end. Demikian seperti dilansir International Business Times. (detik)

9 Alasan Google Plus Lebih Baik dari Facebook?????

Dapatkah Google+ (Google Plus) mencuri pengguna dari Facebook? Ya. Ada beberapa alasan yang baik untuk beralih dari Facebook ke Google+, mulai dari penggunaan yang gampang hingga privasi data.

Pertanyaannya "Dapatkah Google+ mengalahkan Facebook?". Pertanyaan tersebut sebenarnya mungkin tak terlalu tepat. Ini bukan tentang satu situs melawan situs lainnya. Google+ lebih besar daripada itu. Alasan mengapa Google menyebutnya "Proyek Google+" ialah bahwa Google+ akan menjadi bagian sentral dari keseluruhan identitas Google. Itu akan membentuk kembali perusahaan tersebut.

Jadi pertanyaan yang lebih tepat adalah "dapatkah Google mengalahkan Facebook?" Jika ditempatkan seperti itu, kontes tersebut tampaknya jauh lebih seimbang.

Tentu saja Facebook memiliki awal yang besar, tapi ada beberapa alasan baik bagi orang untuk secara serius meninggalkan Facebook untuk Google+. Setidaknya ada 9 alasan, antara lain:

1. Integrasi dengan layanan Google

Porsi terbesar yang dimiliki Google untuk menarik orang menggunakan Google+ ialah integrasi. Artinya Google akan membangun fitur dan peralatan Google+ ke hampir semua layanan online-nya mulai dari pencarian dokumen hingga Video. Google+ sudah diintegrasikan ke hampir keseluruhan produk Google.

Ini memperkenankan Anda memonitor semua peristiwa Google+ (pesan, update, dan lain-lain) sewaktu membagi konten dengan teman tanpa meninggalkan layanan Google yang sedang Anda gunakan. Jutaan orang menggunakan layanan gratis Google (Gmail, Dokumen, Pencarian, dll.), dan dengan keterikatan layanan tersebut dengan Google+ mungkin akan mudah bagi seseorang meninggalkan Facebook.

2. Manajemen pertemanan yang lebih baik

Google benar bahwa konsep "lingkaran" atau Circle lebih sesuai dengan cara kita berteman di kehidupan nyata. Kita memiliki banyak jenis teman, dan kita berinteraksi dan berkomunikasi dengan mereka dalam berbagai cara yang berbeda. Fitur Grup Facebook memperkenankan anda membentuk grup khusus teman, tapi dibandingkan dengan yang dilakukan di Google+, itu nampaknya tidak praktis. Lagi pula, Fitur Grup Facebook masih baru (tambahan), sedangkan Circle merupakan landasan dari platform Google+.

3. Aplikasi mobile yang lebih baik

Jika Anda adalah pengguna Android, anda bisa tahu bahwa memperoleh konten dari telepon Anda ke platform sosial lebih gampang, lebih bersih, lebih banyak fungsi dengan aplikasi mobile Google+. Aplikasi tersebut memang sudah mantap, tapi Google akan tetap mencari dan mencari cara untuk membuat Android anda menjadi anggota tubuh dari platform sosial Google+ anda. Google berharap untuk menggunakan basis pengguna Android-nya yang besar sebagai suatu bagian melawan Facebook, yang aplikasi mobile-nya walau kelihatan cantik tapi sedikit kikuk untuk digunakan.

4. Lebih gampang menemukan hal untuk dibagi

Fitur Spark Google+ merupakan satu lagi hal penting yang membedakannya dari Facebook. Spark ialah di mana Google mengungkit mesin pencarinya untuk melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan Facebook yaitu memberikan pengguna aliran informasi instan yang relevan untuk dibagi bersama teman. Lantaran Facebook tidak memiliki mesin pencari, penggunanya harus meninggalkan situs itu untuk mencari data yang dapat dibagi atau menunggu teman mereka membaginya dengan mereka. Pertanyaan "bagaimana saya mencari sesuatu untuk dibagi" secara langsung dijawab dengan Spark.

5. Anda dapat mengambil kembali data Anda

Facebook dikenal kurang handal menangani data pribadi. Misalnya Anda dipaksa untuk membuat bagian tertentu data pribadi anda tampil ke publik, dan sangat sulit untuk secara permanen menghapus profil Facebook Anda. Di lain pihak, Google membuatnya mungkin bagi Anda untuk mengambil semua data yang Anda tempatkan di Google+ lalu pergi. Hal ini dilakukan melalui perangkat Google+ yang disebut "Data Liberation". Dengan hanya beberapa klik anda dapat mengunduh data dari Picasa Web Albums anda, Profil Google, Google+ stream, Buzz dan kontak.

6. Melabel foto lebih baik

Ketika melihat foto di Google+ anda dapat melabel nama orang-orang di dalamnya mirip dengan di Facebook. Anda membuat persegi empat kecil di sekitar wajah mereka, kemudian mengetikkan nama mereka pada kotak di bawahnya atau memilih salah satu nama yang diterka Google+. Namun ada perbedaan besar di mana Google menangani aspek privasi dalam melabel foto. Ketika Anda melabel seseorang, akan ada catatan seperti ini "Menambahkan label ini akan memberitahukan orang yang anda labelkan. Mereka dapat foto dan album terkait". Di lain pihak, Facebook tidak melakukan usaha untuk memperingatkan orang bahwa mereka telah dilabel (mungkin saja dalam foto yang tidak baik) dan memberikan mereka kesempatan langsung untuk mengeluarkan (remove) label itu.

Google juga telah memutuskan untuk sedikit malu menggunakan perangkat lunak pengenalan wajah, yang sekarang digunakan Facebook untuk secara otomatis mengidentifikasi orang dalam foto yang diunggah ke album pengguna.

7. Fitur obrolan grup yang mantap

Google+ memiliki fitur yang mengalahkan Facebook dalam urusan obrolan. Gampang untuk membuat grup khusus obrolan vidio dengan menggunakan fitur Hangouts pada Google+, dan membuat grup khusus untuk mengobrol nampaknya merupakan sesuatu yang alami dan menyenangkan untuk dilakukan dalam jejaring sosial. Hal yang mirip juga dilakukan oleh aplikasi mobile Huddle yang membuat pengguna Android memulai obrolan teks grup. Facebook tidak menawarkan perangkat ini.

8. Membagi konten lebih aman

Anjuran privasi sudah lama meminta situs jejaring sosial untuk memperkenankan pengguna menentukan tingkat privasi setiap konten yang dibagi, daripada menggunakan daftar penyetelan awal yang menentukan semua konten yang dibagi. Google nampaknya mendengar permintaan itu, dan membangun kapabilitas tersebut ke dalam Google+. Sebagai contoh, jika saya membagikan artikel atau mengunggah gambar dari kamera, Google+ memberikan saya pilihan lingkaran teman mana yang ingin saya bagikan konten tersebut. itu merupakan keuntungan Google+.

9. Google lebih baik mengurusi data pribadi Anda

Menjalankan sebuah jejaring sosial, semuanya tentang tanggung jawab untuk mengurusi informasi pribadi pengguna. Facebook merupakan perusahaan muda yang bergerak cepat yang telah terbukti angkuh dalam pergerakannya, kurang begitu peduli kepada privasi data pengguna, dan mudah diakses orang lain. Di lain pihak, Google merupakan perusahaan yang jauh lebih matang yang terlihat jauh lebih terpercaya ketimbang Facebook. Sebagian besarnya, Google telah beroperasi berdasarkan slogannya "Jangan Menjadi Jahat". (Kompasianer: Oscar, PCWorld)

Polisi Sudah Incar Penjual iPad Dari November 2010


Aparat Subdit Industri dan Perdagangan (Indag) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menangkap dua penjual iPad, Randy (29) dan Dian (44) di City Walk, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dari dua tersangka, petugas menyita barang bukti berupa 8 unit iPad.

Kepala Satuan Industri dan Perdagangan (Indag) Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya menjelaskan bagaimana kronologi penangkapan kedua alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) yang kini telah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Rutan Salemba, Jakarta Pusat.

Pertengahan November 2010

Aparat menyelidiki sejumlah toko-toko elektonik dan internet terkait penjualan iPad secara ilegal. Saat produk tersebut booming, pemerintah saat itu belum mengeluarkan izin terkait perdagangan komputer tablet tersebut.

Polisi kemudian menyelidiki perdagangan bebas iPad melalui internet sehingga ditemukan seorang wanita berinisial G yang mempromosikan iPad melalui forum Kaskus. Polisi kemudian melakukan undercover buy dengan G.

Namun, G kemudian menyatakan barang yang dia promosikan bukan miliknya, melainkan milik Dian Yudha (42) yang merupakan suaminya. Saat itu, G menawarkan harga 1 unit iPad sebesar Rp 10 juta.

Penyidik memesan 8 unit iPad. Sebagai uang muka, penyidik mentransfer Rp 670 ribu ke rekening Dian.

24 November 2010

Lokasi transaksi yang disepakati oleh tersangka Randy adalah Citywalk, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Di Citywalk, yang hadir adalah Dian dan Randy. Saat itu, Dian menunjukkan 2 unit iPad. Enam unit lainnya, disimpan di dalam tas.

Polisi kemudian meminta Randy dan Dian untuk menunjukkan manual book berbahasa Indonesia atas iPad yang dijual. Namun, Randy tidak bisa menunjukkannya, sehingga petugas kemudian menangkapnya.

Dari tangan Randy dan Dian polisi menyita 8 unit iPad. Namun pengakuan Randy, semua barang tersebut bukan miliknya. Dua di antaranya, diakuinya sebagai milik tersangka Dian.

Saat diinterogasi, Randy dan Dian mengaku membeli barang tersebut dari Singapura. Namun saat diminta menunjukkan paspor, keduanya tidak dapat menunjukkannya. Belakangan dalam pemeriksaan, keduanya mengaku mendapatkan barang tersebut dari seorang sales. Namun, keduanya tidak bisa menunjukkan siapa salesnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi tidak melakukan penahanan terhadap keduanya. Polisi beralasan, keduanya kooperatif dan tidak ada indikasi melarikan diri.

19 April 2011

Berkas pemeriksaan kedua tersangka dinyatakan telah lengkap (P-21) oleh kejaksaan.

22 April 2011

Tersangka dan barang bukti berupa 8 unit iPad diserahkan ke kejaksaan. Selanjutnya, kejaksaan melakukan penahanan terhadap keduanya di Rutan Salemba, Jakarta Pusat. (detik)

iPod Meledak, Sekolah Dibubarkan


Suasana sekolah sunyi senyap. Para siswa sedang sibuk menggarap ujian akhir. Namun keheningan itu terusik karena sebuah Apple iPod yang dibawa seorang siswa meledak dan mengeluarkan asap.

Peristiwa tersebut terjadi di Farmington High School, Amerika Serikat. Gara-gara iPod yang meledak itu, para siswa sempat dievakuasi dari ruang kelas untuk mencegah hal-hal tidak diinginkan. Ujian pun dihentikan mendadak.

Awal kejadiannya, seorang murid memainkan iPod. Entah apa alasannya, dia menjebol casing gadget itu dan menekuk nekuknya. Ujung-ujungnya, baterai lithium ion di dalamnya berasap dan memercikkan api.

Sang siswa kemudian menjatuhkannya ke lantai dan baterai iPod itu meledak. Ia berusaha menyiramnya dengan air, namun malah bertambah parah kerusakannya.

Beberapa ambulan pun didatangkan ke sekolah dengan sekitar 400 siswa ini. Dua siswa sempat dirawat, namun untungnya tak ada luka serius. Petugas lalu memastikan keadaan sudah aman dan ujian kembali berlangsung.

"Jika Anda merusak baterai, itu bisa menyebabkan ledakan yang mungkin mengakibatkan api yang cukup signifikan," ucap Frank Mellaci, pejabat sekolah tersebut. (Detik/DailyMail)
Intel® Core™ i3 processor
Performa pintar yang nyata mulai dari sini.
  • Multitasking pintar dengan Intel® Hyper-Threading Technology
  • Fitur-fitur visual luar biasa yang terbangun◊2
 
Intel® Core™ i5 processor
Performa pintar yang nyata dengan suatu dorongan.
  • Dorongan kecepatan otomatis saat Anda membutuhkannya dengan Intel® Turbo Boost Technology
  • Multitasking pintar dengan Intel® Hyper-Threading Technology
  • Fitur-fitur visual luar biasa yang terbangun◊2


Intel® Core™ i7 processor
Jelas performa pintar nyata yang terbaik.
  • Dapat melakukan overclocking sehingga dapat mengatur performa
  • Dorongan kecepatan otomatis saat Anda membutuhkannya dengan Intel® Turbo Boost Technology
  • Multitasking pintar dengan Intel® Hyper-Threading Technology
  • Fitur-fitur visual luar biasa yang terbangun◊2

iRiver P8 Portable Media Player 5 Inci Batere Tahan Lama & User Interface Keren

Portable Media Player lima inci  berfokus pada video  dan dapat memutar video HD, baik dengan resolusi 800×480 pada layar sendiri atau di resolusi asli melalui HDMI output. iRiver telah menyegarkan interface menjadi mirip antarmuka Mac OS X  baik “dock” tugas umum serta widget untuk top-level akses ke kontrol media, foto, dan bagian lain dari antarmuka. Layar iRiver P8 sendiri berukuran 5 inci.

Player ini  dapat bertahan selama sembilan jam non-stop memainkan video dan empat puluh jam untuk musik. Seperti sebagaimana hardware dari  iRiver, player ini memiliki dukungan format yang luas termasuk format video termasuk format video seperti Matroska (MKV) dan XviD bersama dengan AVI dan WMV. Format Audio termasuk APE, FLAC, dan OGG bersama dengan MP3 biasa, WAV, dan WMA. Sedangkan format Foto  kompresi yang umum, radio FM, dan perekam memo suara menjadi tambahan P8 itu.
Ada dua versi iRiver P8 akan dipasarkan dengan pilihan 8GB atau 16GB penyimpanan internal, meskipun slot microSDHC dapat ditambahkan sampai 32GB lebih. Situs Rusia yang menjadi sumber informasi belum menyebutkan harga iRiver P8.
iRiver P8
iRiver P8 (klik utk perbesar)

Samsung Hercules Hp Layar Raksasa Power Setengah Dewa untuk Menghadang iPhone 5?

Samsung Hercules membawa kegemparan baru dalam dunia smartphone saat ini karena infonya Samsung Hercules memiliki spesifikasi setengah dewa hehe maklum karena rumornya mampu mengalahkan spesifikasi Samsung Galaxy S2 (spesifikasi Galaxy S2 saja uda super) dan sepertinya memang ponsel ini menggabungkan Galaxy S2 dan Samsung Infuse 4G. Samsung Hercules dihadirkan untuk menghadang iPhone 5 yang kemungkinan besar September 2011 ini akan muncul.
Bicara layar, Samsung Hercules rencananya menggunakan layar 4.5 inci SUPER AMOLED Plus dan prosesor dual core CPU 1.2 / 1.5 Ghz Qualcomm Snapdragon APQ8060 . Selain itu ponsel ini akan mendukung HSDPA kecepatan 24mbps padahal biasanya ponsel lain hanya menawarkan HSDPA berkecepatan 14 atau 21Mbps. Memori pada Hercules juga besar yaitu 1 GB RAM, 16GB Flash storage dan Android 2.3 gingerbread dengan tentunya layar 4.5 inci beresolusi 800x480px. Dibanding generasi sebelumnya, Super Amoled Plus menghasilkan tingkat ketajaman yang lebih baik karena memiliki jumlah subpixel yang lebih banyak
Bahkan ada yang menginformasikan bahwa Samsung Hercules dilengkapi kamera 8mp plus lampu kilat LED dengan kemampuan merekam video FULL HD. Tak ketinggalan dukungan slot microSD dan NFC serta MHL.
Yang aga kurang masuk akal, bocoran harga Samsung Hercules adalah 350 USD atau 3 jutaan rupiah saja yang rasanya memang tidak mungkin.

Nokia 700 Zeta Hp Symbian Belle Terbaru Muncul Foto & Spesifikasinya

Nokia 700, alias Zeta, yang merupakan ponsel Nokia yang akan menggunakan OS Symbian Belle dengan prosesor 1 Ghz kali ini muncul fotonya sehingga Anda dapat melihat homescreen baru dari Symbian Belle, penerus Symbian Anna.

Melalui gsmarena kami mendapati secuplik informasi spesifikasi Nokia N700 yaitu layar 3.2 ” AMOLED nHD, yang menunjuk bahwa ponsel ini akan menjadi penerus Nokia C6-01 dan Nokia 700  juga dilaporkan cukup ringan (sedikit lebih dari 80g) dan memiliki ukuran 110 x 51 x 10mm yang terhitung tipis walau ga super slim.

Dari foto, Anda dapat melihat bahwa kamera pada Nokia 700 adalah memiliki sensor 5MP dan memiliki LED flash. Tapi kita tidak mengetahui apakah  memiliki autofocus juga. Juga, Nokia 700  memiliki konektivitas NFC.
Spesifikasi lain  yang  berhasil didapat dari Nokia 700  (yang seperti kita berspekulasi mungkin disebut N7) adalah bahwa hp ini berjalan di atas Symbian Belle (update untuk Anna) dan mendukung Wi-Fi b / g / n. Ada juga dukungan kecepatan HSPA (10.2Mbps atau downlink dan 5.76Mbps 14.4Mbps downlink). Baterai N700 adalah unit 1080mAh.
Semoga informasi yang kami dapat ini memuaskan sedikit “penasaran” Anda tentang Nokia N700.

Walaupun masih ada sedikit waktu yang tersisa sampai perangkat pertama yang didukung Nvidia Kal-El masuk ke pasaran, perusahaan yang berbasis di Santa Clara tersebut tampaknya telah mengungkapkan beberapa spesifikasi dari generasi keempat Tegra SoC yang akan dirilis berdasarkan codename “Wayne”. Publikasi yang berhembus dari situs pemberitaan Bright Side ini, mengungkapkan spesifikasi tersebut yang berasal dari salah satu sumber terdekat Nvidia yang enggan untuk diungkapkan identitasnya. Berdasarkan pengungkapan tersebut, ternyata dapat diketahui kalau pembuat kartu grafis NVidia ingin membangun dua versi terpisah dari Wayne dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan dari berbagai perangkat termasuk smartphone, tablet, netbook dan notebook. Versi pertama adalah desain quad-core, yang berbasis pada arsitektur ARM yang belum diketahui (atau kemungkinan Cortex-A15) yang akan mencakup setidaknya 24-core GPU yang menyerupai grafis arsitektur kontemporer. Untuk empat core ARM, Nvidia menargetkan kecepatan clock 1.5GHz, yang akan menghasilkan kinerja GFLOPS tiga digit, dan juga mampu menjaga konsumsi daya per core kekuatan dari Kal-El SoC tersebut. Wayne silikon kedua kabarnya jauh lebih kuat daripada versi yang pertamanya, karena mengemas tidak kurang dari 8 pemrosesan core ARM dan 32 hingga 64 core GPU yang kompatibel dengan DirectX 11+ dan juga mendukung OpenGL 4.x dan OpenCL 1.x serta PhysX. Chip ini dirancang untuk mengungguli processor yang berbasis ARM dan x86, yang akan diadopsi oleh perangkat tablet, netbook dan notebook ultra-low power sampai dengan notebook 13,3 inci. Sementara itu, Nvidia juga telah berencana untuk merilis SoC (system-on-a-chip) generasi berikutnya pada waktu yang sama dengan sistem operasi Windows 8. Dengan demikian, keberadaan Wayne sendiri berarti bakal dirilis sekitar bulan Oktober 2012 yang akan datang. Dan pihak Nvidia sendiri kabarnya baru akan mulai mengirim prototipe silikon untuk produsen dan pengembang perangkat lunak pada bulan Desember 2011.


Walaupun masih ada sedikit waktu yang tersisa sampai perangkat pertama yang didukung Nvidia Kal-El masuk ke pasaran, perusahaan yang berbasis di Santa Clara tersebut tampaknya telah mengungkapkan beberapa spesifikasi dari generasi keempat Tegra SoC yang akan dirilis berdasarkan codename “Wayne”.
Publikasi yang berhembus dari situs pemberitaan Bright Side ini, mengungkapkan spesifikasi tersebut yang berasal dari salah satu sumber terdekat Nvidia yang enggan untuk diungkapkan identitasnya. Berdasarkan pengungkapan tersebut, ternyata dapat diketahui kalau pembuat kartu grafis NVidia ingin membangun dua versi terpisah dari Wayne dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan dari berbagai perangkat termasuk smartphone, tablet, netbook dan notebook.
Versi pertama adalah desain quad-core, yang berbasis pada arsitektur ARM yang belum diketahui (atau kemungkinan Cortex-A15) yang akan mencakup setidaknya 24-core GPU yang menyerupai grafis arsitektur kontemporer.
Untuk empat core ARM, Nvidia menargetkan kecepatan clock 1.5GHz, yang akan menghasilkan kinerja GFLOPS tiga digit, dan juga mampu menjaga konsumsi daya per core kekuatan dari Kal-El SoC tersebut.
Wayne silikon kedua kabarnya jauh lebih kuat daripada versi yang pertamanya, karena mengemas tidak kurang dari 8 pemrosesan core ARM dan 32 hingga 64 core GPU yang kompatibel dengan DirectX 11+ dan juga mendukung OpenGL 4.x dan OpenCL 1.x serta PhysX. Chip ini dirancang untuk mengungguli processor yang berbasis ARM dan x86, yang akan diadopsi oleh perangkat tablet, netbook dan notebook ultra-low power sampai dengan notebook 13,3 inci.
Sementara itu, Nvidia juga telah berencana untuk merilis SoC (system-on-a-chip) generasi berikutnya pada waktu yang sama dengan sistem operasi Windows 8. Dengan demikian, keberadaan Wayne sendiri berarti bakal dirilis sekitar bulan Oktober 2012 yang akan datang. Dan pihak Nvidia sendiri kabarnya baru  akan mulai mengirim prototipe silikon untuk produsen dan pengembang perangkat lunak pada bulan Desember 2011.

Thursday, June 9, 2011

Sony Keluarkan Ponsel Walkman Android

Setelah vendor-vendor berebut meluncurkan Android dalam platform ponsel pintar dan tablet, kini giliran Sony Ericsson meluncurkan ponsel Walkman™ Android pertama disela Pameran International Communication Expo & Conference (ICC) di Jakarta Convention Center, Rabu (8/6).

Sebelum Ponsel Walkman W8 ini, Sony Ericsson sudah memiliki beberapa platform ponsel pintar berbasis Android seperti Xperia Arc, Xperia Mini Pro, Xperia 10 dan beberapa lainnya.

Djunadi Satrio, Kepala Marketing Sony Ericsson Indonesia, mengatakan bahwa ponsel Walkman itu memungkinkan akses cepat menuju playlist dan pemutar Walkman™ serta dilengkapi dengan stereo headset MH410.

"Kunci peforma ponsel ini terletak diantara perpaduan Android dan pemutar musik terbaru Sony Ericsson," katanya.

Ponsel yang berjalan dalam sistem operasi Android 2.1 (Eclair) menggabungkan fungsi walkman yang menghibur dengan prinsip dasar smartphone, seperti aplikasi, peta dan email.

Ponsel berlayar 3 inci, dilengkapi kamera 3,2 megapixel, fungsi perekam video dan jack headphone 3,5mm, memori internal 2GB, Timescape™ yang menunjukkan semua komunikasi Anda dalam satu tempat, akses cepat Internet via 3G dan Wi-Fi.

Dengan platform Android, pengguna bisa mengunduh aplikasi di Android Market™ yang menawarkan lebih dari 150.000 aplikasi.

Sayangnya, ponsel Android Walkman™ pertama itu tidak menggunakan sistem operasi terbaru dari Android 2.3 (Gingerbread) dan Android 3.0 (Honeycomb) yang memiliki fitur lebih kaya dan akses lebih cepat dari sebelumnya.

Djunaidi menjelaskan, "Android Eclair sudah dapat memberikat kemampuan optimal dan pengalaman yang memuaskan kepada pengguna."

Sony Ericcson Indonesia juga melancarkan berbagai strategi penjualan di pasar dengan mengusung multi platform dan memberikan pengalaman hiburan yang sepenuhnya terhadap pengguna.

"Kami Sony menganut paham multi platform jadi tidak terpaku dengan satu platform saja," katanya.

Saat ini, Sony menggunakan sistem operasi Symbian dan Android.


Dikutip dari Metrotvnews.com

Android (sistem operasi)

Android
Android robot.svg
Android screenshot.png
Android 2.3 Gingerbread
Situs web: android.com
Perusahaan/
pengembang:
Google Inc.,
Open Handset Alliance
Model kode sumber: Perangkat lunak bebas dan bersumber terbuka
Rilis terbaru
 • Stabil: 2.3.3 (Gingerbread) [1] / 9 Februari 2011; 3 bulan yang lalu (2011-02-09)[1]
Tipe kernel: Monolitik (Linux)
Lisensi: Apache 2.0 dan GPLv2[2]
Status: Aktif

Android adalah sistem operasi untuk telepon seluler yang berbasis Linux. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang buat menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak. Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia.
Pada saat perilisan perdana Android, 5 November 2007, Android bersama Open Handset Alliance menyatakan mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat seluler. Di lain pihak, Google merilis kode–kode Android di bawah lisensi Apache, sebuah lisensi perangkat lunak dan standar terbuka perangkat seluler.
Di dunia ini terdapat dua jenis distributor sistem operasi Android. Pertama yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mail Services (GMS) dan kedua adalah yang benar–benar bebas distribusinya tanpa dukungan langsung Google atau dikenal sebagai Open Handset Distribution (OHD).


[sunting] Kerjasama dengan Android Inc.

Pada Juli 2000, Google bekerjasama dengan Android Inc., perusahaan yang berada di Palo Alto, California Amerika Serikat. Para pendiri Android Inc. bekerja pada Google, di antaranya Andy Rubin, Rich Miner, Nick Sears, dan Chris White. Saat itu banyak yang menganggap fungsi Android Inc. hanyalah sebagai perangkat lunak pada telepon seluler. Sejak saat itu muncul rumor bahwa Google hendak memasuki pasar telepon seluler. Di perusahaan Google, tim yang dipimpin Rubin bertugas mengembangkan program perangkat seluler yang didukung oleh kernel Linux. Hal ini menunjukkan indikasi bahwa Google sedang bersiap menghadapi persaingan dalam pasar telepon seluler. versi android terbaru yaitu versi 3.0. Android juga sudah bergabung dengan beberapa smart mobile seperti Nokia, Sony Ericsson, dan lainnya.

[sunting] 2007-2008: Produk awal

Sekitar September 2007 sebuah studi melaporkan bahwa Google mengajukan hak paten aplikasi telepon seluler (akhirnya Google mengenalkan Nexus One, salah satu jenis telepon pintar GSM yang menggunakan Android pada sistem operasinya. Telepon seluler ini diproduksi oleh HTC Corporation dan tersedia di pasaran pada 5 Januari 2010).
Pada 9 Desember 2008, diumumkan anggota baru yang bergabung dalam program kerja Android ARM Holdings, Atheros Communications, diproduksi oleh Asustek Computer Inc, Garmin Ltd, Softbank, Sony Ericsson, Toshiba Corp, dan Vodafone Group Plc. Seiring pembentukan Open Handset Alliance, OHA mengumumkan produk perdana mereka, Android, perangkat bergerak (mobile) yang merupakan modifikasi kernel Linux 2.6. Sejak Android dirilis telah dilakukan berbagai pembaruan berupa perbaikan bug dan penambahan fitur baru.
Telepon pertama yang memakai sistem operasi Android adalah HTC Dream, yang dirilis pada 22 Oktober 2008. Pada penghujung tahun 2009 diperkirakan di dunia ini paling sedikit terdapat 18 jenis telepon seluler yang menggunakan Android.

[sunting] Android versi 1.1

Pada 9 Maret 2009, Google merilis Android versi 1.1. Android versi ini dilengkapi dengan pembaruan estetis pada aplikasi, jam alarm, voice search (pencarian suara), pengiriman pesan dengan Gmail, dan pemberitahuan email.

[sunting] Android versi 1.5 (Cupcake)

Pada pertengahan Mei 2009, Google kembali merilis telepon seluler dengan menggunakan Android dan SDK (Software Development Kit) dengan versi 1.5 (Cupcake). Terdapat beberapa pembaruan termasuk juga penambahan beberapa fitur dalam seluler versi ini yakni kemampuan merekam dan menonton video dengan modus kamera, mengunggah video ke Youtube dan gambar ke Picasa langsung dari telepon, dukungan Bluetooth A2DP, kemampuan terhubung secara otomatis ke headset Bluetooth, animasi layar, dan keyboard pada layar yang dapat disesuaikan dengan sistem.

[sunting] Android versi 1.6 (Donut)

Donut (versi 1.6) dirilis pada September dengan menampilkan proses pencarian yang lebih baik dibanding sebelumnya, penggunaan baterai indikator dan kontrol applet VPN. Fitur lainnya adalah galeri yang memungkinkan pengguna untuk memilih foto yang akan dihapus; kamera, camcorder dan galeri yang dintegrasikan; CDMA / EVDO, 802.1x, VPN, Gestures, dan Text-to-speech engine; kemampuan dial kontak; teknologi text to change speech (tidak tersedia pada semua ponsel; pengadaan resolusi VWGA.

[sunting] Android versi 2.0/2.1 (Eclair)

Pada 3 Desember 2009 kembali diluncurkan ponsel Android dengan versi 2.0/2.1 (Eclair), perubahan yang dilakukan adalah pengoptimalan hardware, peningkatan Google Maps 3.1.2, perubahan UI dengan browser baru dan dukungan HTML5, daftar kontak yang baru, dukungan flash untuk kamera 3,2 MP, digital Zoom, dan Bluetooth 2.1.
Untuk bergerak cepat dalam persaingan perangkat generasi berikut, Google melakukan investasi dengan mengadakan kompetisi aplikasi mobile terbaik (killer apps - aplikasi unggulan). Kompetisi ini berhadiah $25,000 bagi setiap pengembang aplikasi terpilih. Kompetisi diadakan selama dua tahap yang tiap tahapnya dipilih 50 aplikasi terbaik.
Dengan semakin berkembangnya dan semakin bertambahnya jumlah handset Android, semakin banyak pihak ketiga yang berminat untuk menyalurkan aplikasi mereka kepada sistem operasi Android. Aplikasi terkenal yang diubah ke dalam sistem operasi Android adalah Shazam, Backgrounds, dan WeatherBug. Sistem operasi Android dalam situs Internet juga dianggap penting untuk menciptakan aplikasi Android asli, contohnya oleh MySpace dan Facebook.

[sunting] Android versi 2.2 (Froyo: Frozen Yoghurt)

Pada 20 Mei 2010, Android versi 2.2 (Froyo) diluncurkan. Perubahan-perubahan umumnya terhadap versi-versi sebelumnya antara lain dukungan Adobe Flash 10.1, kecepatan kinerja dan aplikasi 2 sampai 5 kali lebih cepat, intergrasi V8 JavaScript engine yang dipakai Google Chrome yang mempercepat kemampuan rendering pada browser, pemasangan aplikasi dalam SD Card, kemampuan WiFi Hotspot portabel, dan kemampuan auto update dalam aplikasi Android Market.

[sunting] Android versi 2.3 (Gingerbread)

Pada 6 Desember 2010, Android versi 2.3 (Gingerbread) diluncurkan. Perubahan-perubahan umum yang didapat dari Android versi ini antara lain peningkatan kemampuan permainan (gaming), peningkatan fungsi copy paste, layar antar muka (User Interface) didesain ulang, dukungan format video VP8 dan WebM, efek audio baru (reverb, equalization, headphone virtualization, dan bass boost), dukungan kemampuan Near Field Communication (NFC), dan dukungan jumlah kamera yang lebih dari satu.

[sunting] Android versi 3.0 (Honeycomb)

Android Honeycomb dirancang khusus untuk tablet. Android versi ini mendukung ukuran layar yang lebih besar. User Interface pada Honeycomb juga berbeda karena sudah didesain untuk tablet. Honeycomb juga mendukung multi prosesor dan juga akselerasi perangkat keras (hardware) untuk grafis. Tablet pertama yang dibuat dengan menjalankan Honeycomb adalah Motorola Xoom. Perangkat tablet dengan platform Android 3.0 akan segera hadir di Indonesia. Perangkat tersebut bernama Eee Pad Transformer produksi dari Asus. Rencana masuk pasar Indonesia pada Mei 2011.

[sunting] Fitur

Fitur yang tersedia di Android adalah:
  • Kerangka aplikasi: itu memungkinkan penggunaan dan penghapusan komponen yang tersedia.
  • Dalvik mesin virtual: mesin virtual dioptimalkan untuk perangkat mobile.
  • Grafik: grafik di 2D dan grafis 3D berdasarkan pustaka OpenGL.
  • SQLite: untuk penyimpanan data.
  • Mendukung media: audio, video, dan berbagai format gambar (MPEG4, H.264, MP3,
AAC, AMR, JPG, PNG, GIF)
  • GSM, Bluetooth, EDGE, 3G, dan WiFi (hardware dependent)
  • Kamera, Global Positioning System (GPS), kompas, dan accelerometer (tergantung hardware)

[sunting] Android bagi komunitas sumber terbuka (open source)

Android memiliki berbagai keunggulan sebagai software yang memakai basis kode komputer yang bisa didistribusikan secara terbuka (open source) sehingga pengguna bisa membuat aplikasi baru di dalamnya. Android memiliki aplikasi native Google yang terintegrasi seperti pushmail Gmail, Google Maps, dan Google Calendar.
Para penggemar open source kemudian membangun komunitas yang membangun dan berbagi Android berbasis firmware dengan sejumlah penyesuaian dan fitur-fitur tambahan, seperti FLAC lossless audio dan kemampuan untuk menyimpan download aplikasi pada microSD card. Mereka sering memperbaharui paket-paket firmware dan menggabungkan elemen-elemen fungsi Android yang belum resmi diluncurkan dalam suatu carrier-sanction firmware.

[sunting] Referensi

[sunting] Catatan kaki

  1. ^ a b Asad, Taimur (9 February 2011). "Android 2.3.3 Platform, New NFC Capabilities". Android Developers Blog. http://android-developers.blogspot.com/2011/02/android-233-platform-new-nfc.html. Diakses pada 9 Februari 2011. 
  2. ^ "Licenses". Android Open Source Project. Open Handset Alliance. http://source.android.com/license. Diakses pada 22 Oktober 2008. 

[sunting] Lihat pula

[sunting] Pranala luar

ANDROID, New UI Framework for creating great tablet apps

Activity fragments, for greater control of content and design flexibility
Starting with Android 3.0, developers can break the Activities of their applications into subcomponents called Fragments, then combine them in a variety of ways to create a richer, more interactive experience. For example, an application can use a set of Fragments to create a true multipane UI, with the user being able to interact with each pane independently. Fragments can be added, removed, replaced, and animated inside an Activity dynamically, and they are modular and reusable across multiple Activities. Because they are modular, Fragments also offer an efficient way for developers to write applications that can run properly on both larger screen as well as smaller screen devices.
Redesigned UI widgets
Android 3.0 offers an updated set of UI widgets that developers can use to quickly add new types of content to their applications. The new UI widgets are redesigned for use on larger screens such as tablets and incorporate the new holographic UI theme. Several new widget types are available, including a 3D stack, search box, a date/time picker, number picker, calendar, popup menu, and others. Most of the redesigned UI widgets can now be used as remote views in application widgets displayed on the home screen. Applications written for earlier versions can inherit the new Widget designs and themes.
Expanded Home screen widgets
Home screen widgets are popular with users because they offer fast access to application-specific data directly from the home screen. Android 3.0 lets developers take home screen widgets to the next level, offering more types of content and new modes of interaction with users. Developers can now use more standard UI widget types home screen widgets, including widgets that let users flip through collections of content as 3D stacks, grids, or lists. Users can interact with the home screen widgets in new ways, such as by using touch gestures to scroll and flip the content displayed in a widget.
Persistent Action Bar
The platform provides each application with its own instance of the Action Bar at the top of the screen, which the application can use to give the user quick access to contextual options, widgets, status, navigation, and more. The application can also customize the display theme of its Action Bar instance. The Action Bar lets developers expose more features of their applications to users in a familiar location, while also unifying the experience of using an application that spans multiple Activities or states.
Richer notifications
Notifications are a key part of the Android user experience because they let applications show key updates and status information to users in real time. Android 3.0 extends this capability, letting developers include richer content and control more properties. A new builder class lets developers quickly create notifications that include large and small icons, a title, a priority flag, and any properties already available in previous versions. Notifications can offer more types of content by building on the expanded set of UI Widgets that are now available as remote Views.
Multiselect, clipboard, and drag-and-drop
The platform offers convenient new interaction modes that developers can use. For managing collections of items in lists or grids, developers can offer a new multiselect mode that lets users choose multiple items for an action. Developers can also use a new system-wide Clipboard to let users easily copy any type of data into and out of their applications. To make it easier for users to manage and organize files, developers can now add drag-and-drop interaction through a DragEvent framework.

High-performance 2D and 3D graphics

New animation framework
The platform includes a flexible new animation framework that lets developers easily animate the properties of UI elements such as Views, Widgets, Fragments, Drawables, or any arbitrary object. Animations can create fades or movement between states, loop an animated image or an existing animation, change colors, and much more. Adding animation to UI elements can add visual interest to an application and refine the user experience, to keep users engaged.
Hardware-accelerated 2D graphics
Android 3.0 offers a new hardware-accelerated OpenGL renderer that gives a performance boost to many common graphics operations for applications running in the Android framework. When the renderer is enabled, most operations in Canvas, Paint, Xfermode, ColorFilter, Shader, and Camera are accelerated. Developers can control how hardware-acceleration is applied at every level, from enabling it globally in an application to enabling it in specific Activities and Views inside the application.
Renderscript 3D graphics engine
Renderscript is a runtime 3D framework that provides both an API for building 3D scenes as well as a special, platform-independent shader language for maximum performance. Using Renderscript, you can accelerate graphics operations and data processing. Renderscript is an ideal way to create high-performance 3D effects for applications, wallpapers, carousels, and more.

Support for multicore processor architectures

Android 3.0 is the first version of the platform designed to run on either single or multicore processor architectures. A variety of changes in the Dalvik VM, Bionic library, and elsewhere add support for symmetric multiprocessing in multicore environments. These optimizations can benefit all applications, even those that are single-threaded. For example, with two active cores, a single-threaded application might still see a performance boost if the Dalvik garbage collector runs on the second core. The system will arrange for this automatically.

Rich multimedia and connectivity

HTTP Live streaming
Applications can now pass an M3U playlist URL to the media framework to begin an HTTP Live streaming session. The media framework supports most of the HTTP Live streaming specification, including adaptive bit rate.
Pluggable DRM framework
Android 3.0 includes an extensible DRM framework that lets applications manage protected content according to a variety of DRM mechanisms that may be available on the device. For application developers, the framework API offers an consistent, unified API that simplifies the management of protected content, regardless of the underlying DRM engines.
Digital media file transfer
The platform includes built-in support for Media/Picture Transfer Protocol (MTP/PTP) over USB, which lets users easily transfer any type of media files between devices and to a host computer. Developers can build on this support, creating applications that let users create or manage media files that they may want to transfer or share across devices.
More types of connectivity
The platform offers new connectivity that developers can build on. API support for Bluetooth A2DP and HSP profiles lets applications query Bluetooth profiles for connected devices, audio state, and more, then notify the user. For example, a music application can check connectivity and status and let the user know that music is playing through a stereo headset. Applications can also register to receive system broadcasts of pre-defined vendor-specific AT commands, such as Platronics Xevent. For example, an application could receive broadcasts that indicate a connected device's battery level and could notify the user or take other action as needed. Applications can also take advantage of the platform's new support for full keyboards connected by USB or Bluetooth.

Enhancements for enterprise

In Android 3.0, developers of device administration applications can support new types of policies, including policies for encrypted storage, password expiration, password history, and password complex characters required.

Compatibility with existing apps

Android 3.0 brings a new UI designed for tablets and other larger screen devices, but it also is fully compatible with applications developed for earlier versions of the platform, or for smaller screen sizes. Existing applications can seamlessly participate in the new holographic UI theme without code changes, by adding a single attribute in their manifest files. The platform emulates the Menu key, which is replaced by the overflow menu in the Action Bar in the new UI. Developers wanting to take fuller advantage of larger screen sizes can also create dedicated layouts and assets for larger screens and add them to their existing applications.

New User Features ANDROID 3.0

New UI designed from the ground up for tablets

Android 3.0 is a new version of the Android platform that is specifically optimized for devices with larger screen sizes, particularly tablets. It introduces a brand new, truly virtual and “holographic” UI design, as well as an elegant, content-focused interaction model.
Android 3.0 builds on the things people love most about Android — refined multitasking, rich notifications, Home screen customization, widgets, and more — and transforms them with a vibrant, 3D experience and deeper interactivity, making them familiar but even better than before.
The new UI brings fresh paradigms for interaction, navigation, and customization and makes them available to all applications — even those built for earlier versions of the platform. Applications written for Android 3.0 are able to use an extended set of UI objects, powerful graphics, and media capabilities to engage users in new ways.
System Bar, for global status and notifications
Across the system and in all applications, users have quick access to notifications, system status, and soft navigation buttons in a System Bar, available at the bottom of the screen. The System Bar is always present and is a key touchpoint for users, but in a new "lights out mode" can also be dimmed for full-screen viewing, such as for videos.
Action Bar, for application control
In every application, users have access to contextual options, navigation, widgets, or other types of content in an Action Bar, displayed at the top of the screen. The Action Bar is always present when an application is in use, although its content, theme, and other properties are managed by the application rather than the system. The Action Bar is another key touchpoint for users, especially with action items and an overflow dropdown menu, which users frequently access in a similar manner in most applications.
Customizable Home screens
Five customizable Home screens give users instant access to all parts of the system from any context. Each screen offers a large grid that maintains spatial arrangement in all orientations. Users can select and manipulate Home screen widgets, app shortcuts, and wallpapers using a dedicated visual layout mode. Visual cues and drop shadows improve visibility when adjusting the layout of shortcuts and widgets. Each Home screen also offers a familiar launcher for access to all installed applications, as well as a Search box for universal search of apps, contacts, media files, web content, and more.
Recent Apps, for easy visual multitasking
Multitasking is a key strength of Android and it is central to the Android 3.0 experience. As users launch applications to handle various tasks, they can use the Recent Apps list in the System Bar to see the tasks underway and quickly jump from one application context to another. To help users rapidly identify the task associated with each app, the list shows a snapshot of its actual state when the user last viewed it.

Redesigned keyboard

The Android soft keyboard is redesigned to make entering text fast and accurate on larger screen sizes. The keys are reshaped and repositioned for improved targeting, and new keys have been added, such as a Tab key, to provide richer and more efficient text input. Users can touch-hold keys to access menus of special characters and switch text/voice input modes from a button in the System Bar.

Improved text selection, copy and paste

When entering or viewing text, a new UI lets users quickly select a word by press-hold and then adjust the selection area as needed by dragging a set of bounding arrows to new positions. Users can then select an action from the Action Bar, such as copy to the clipboard, share, paste, web search, or find.

New connectivity options

Android 3.0 includes new connectivity features that add versatility and convenience for users. Built-in support for Media/Picture Transfer Protocol lets users instantly sync media files with a USB-connected camera or desktop computer, without needing to mount a USB mass-storage device. Users can also connect full keyboards over either USB or Bluetooth, for a familiar text-input environment. For improved wi-fi connectivity, a new combo scan reduces scan times across bands and filters. New support for Bluetooth tethering means that more types of devices can share the network connection of an Android-powered device.

Updated set of standard apps


The Android 3.0 platform includes an updated set of standard applications that are designed for use on larger screen devices. The sections below highlight some of the new features.
Browser The browser includes new features that let users navigate and organize more efficiently. Multiple tabs replace browser windows and a new “incognito” mode allows anonymous browsing. Bookmarks and history are presented and managed in a single unified view. Users can now choose to automatically sign into Google sites on the browser with a supplied account and sync bookmarks with Google Chrome. New multitouch support is now available to JavaScript and plugins. Users can enjoy a better browsing experience at non-mobile sites through an improved zoom and viewport model, overflow scrolling, support for fixed positioning, and more.
Camera and Gallery
The Camera application has been redesigned to take advantage of a larger screen for quick access to exposure, focus, flash, zoom, front-facing camera, and more. To let users capture scenes in new ways, it adds built-in support for time-lapse video recording. The Gallery application lets users view albums and other collections in full-screen mode, with easy access to thumbnails for other photos in the collection.
Contacts
The Contacts app uses a new two-pane UI and Fast Scroll to let users easily organize and locate contacts. The application offers improved formatting of international phone numbers as user types, based on home country and an international number parsing library. Contact information is presented in a card-like UI, making it easier for users to read and edit contacts.
Email
The Email application uses a new two-pane UI to make viewing and organizing messages more efficient. The app lets users select one or more messages, then select an action from the Action Bar, such as moving them to a folder. Users can sync attachments for later viewing and keep track of email using a home screen Widget.

New User Features ANDROID


Figure 1. An Android 3.1 Home screen.

UI refinements

The Android 3.1 platform adds a variety of refinements to make the user interface more intuitive and more efficient to use.
UI transitions are improved throughout the system and across the standard apps. The Launcher animation is optimized for faster, smoother transition to and from the Apps list. Adjustments in color, positioning, and text make UI elements easier to see, understand, and use. Accessibility is improved with consistent audible feedback throughout the UI and a new setting to let users customize the touch-hold interval to meet their needs.
Navigation to and from the five home screens is now easier — touching the Home button in the system bar now takes you to the home screen most recently used. Settings offers an improved view of internal storage, showing the storage used by a larger set of file types.

Connectivity for USB accessories

Android 3.1 adds broad platform support for a variety of USB-connected peripherals and accessories. Users can attach many types of input devices (keyboards, mice, game controllers) and digital cameras. Applications can build on the platform’s USB support to extend connectivity to almost any type of USB device.
The platform also adds new support for USB accessories — external hardware devices designed to attach to Android-powered devices as USB hosts. When an accessory is attached, the framework will look for a corresponding application and offer to launch it for the user. The accessory can also present a URL to the user, for downloading an appropriate application if one is not already installed. Users can interact with the application to control powered accessories such as robotics controllers; docking stations; diagnostic and musical equipment; kiosks; card readers; and much more.
The platform’s USB capabilities rely on components in device hardware, so support for USB on specific devices may vary and is determined by device manufacturers.

Figure 2. The Recent Apps menu is now expandable and scrollable.

Expanded Recent Apps list

For improved multitasking and instant visual access to a much larger number of apps, the Recent Apps list is now expandable. Users can now scroll the list of recent apps vertically to see thumbnail images all of the tasks in progress and recently used apps, then touch a thumbnail to jump back into that task.

Resizeable Home screen widgets

For more flexible Home screen customization, users can now resize their Home screen widgets using drag bars provided by the system. Users can expand widgets both horizontally and/or vertically to include more content, where supported by each widget.

Support for external keyboards and pointing devices

Users can now attach almost any type of external keyboard or mouse to their Android-powered devices, to create a familiar environment and work more efficiently. One or more input devices can be attached to the system simultaneously over USB and/or Bluetooth HID, in any combination. No special configuration or driver is needed, in most cases. When multiple devices are connected, users can conveniently manage the active keyboard and IME using the keyboard settings that are available from the System bar.
For pointing devices, the platform supports most types of mouse with a single button and optionally a scroll wheel, as well as similar devices such as trackballs. When these are connected, users can interact with the UI using point, select, drag, scroll, hover, and other standard actions.

Support for joysticks and gamepads

To make the platform even better for gaming, Android 3.1 adds support for most PC joysticks and gamepads that are connected over USB or Bluetooth HID.
For example, users can connect Sony Playstation™ 3 and XBox 360™ game controllers over USB (but not Bluetooth), Logitech Dual Action™ gamepads and flight sticks, or a car racing controller. Game controllers that use proprietary networking or pairing are not supported by default, but in general, the platform supports most PC-connectible joysticks and gamepads.

Robust Wi-Fi networking

Android 3.1 adds robust Wi-Fi features, to make sure that users and their apps can take full advantage of higher-speed Wi-Fi access at home, at work, and while away.
A new high-performance Wi-Fi lock lets applications maintain high-performance Wi-Fi connections even when the device screen is off. Users can take advantage of this to play continuous streamed music, video, and voice services for long periods, even when the device is otherwise idle and the screen is off.
Users can now configure an HTTP proxy for each individual Wi-Fi access point, by touch-hold of the access point in Settings. The browser uses the HTTP proxy when communicating with the network over the access point and other apps may also choose to do so. The platform also provides backup and restore of the user-defined IP and proxy settings.
The platform adds support for Preferred Network Offload (PNO), a background scanning capability that conserves battery power savings in cases where Wi-Fi needs to be available continuously for long periods of time.

Updated set of standard apps

The Android 3.1 platform includes an updated set of standard applications that are optimized for use on larger screen devices. The sections below highlight some of the new features.

Figure 3. Quick Controls menu in the Browser.
Browser
The Browser app includes a variety of new features and UI improvements that make viewing web content simpler, faster, and more convenient.
The Quick Controls UI, accessible from Browser Settings, is extended and redesigned. Users can now use the controls to view thumbnails of open tabs and close the active tab, as well as access the overflow menu for instant access to Settings and other controls.
To ensure a consistent viewing experience, the Browser extends it's support for popular web standards such as CSS 3D, animations, and CSS fixed positioning to all sites, mobile or desktop. It also adds support for embedded playback of HTML5 video content. To make it easier to manage favorite content, users can now save a web page locally for offline viewing, including all styling and images. For convenience when visiting Google sites, an improved auto-login UI lets users sign in quickly and manage access when multiple users are sharing a device.
For best performance, the Browser adds support for plugins that use hardware accelerated rendering. Page zoom performance is also dramatically improved, making it faster to navigate and view web pages.
Gallery
The Gallery app now supports Picture Transfer Protocol (PTP), so that users can connect their cameras over USB and import their pictures to Gallery with a single touch. The app also copies the pictures to local storage and provides an indicator to let users see how much space is available.

Figure 4. Home screen widgets can now be resized.
Calendar
Calendar grids are larger, for better readability and more accurate touch-targeting. Additionally, users can create a larger viewing area for grids by hiding the calendar list controls. Controls in the date picker are redesigned, making them easier to see and use.
Contacts
The Contacts app now lets you locate contacts more easily using full text search. Search returns matching results from all fields that are stored for a contact.
Email
When replying or forwarding an HTML message, The Email app now sends both plain text and HTML bodies as a multi-part mime message. This ensures that the message will be formatted properly for all recipients. Folder prefixes for IMAP accounts are now easier to define and manage. To conserve battery power and minimize cell data usage, the application now prefetches email from the server only when the device is connected to a Wi-Fi access point.
An updated Home screen widget give users quick access to more email. Users can touch Email icon at the top of the widget to cycle through labels such as Inbox, Unread, and Starred. The widget itself is now resizable, both horizontally and vertically.

Enterprise support

Users can now configure an HTTP proxy for each connected Wi-Fi access point. This lets administrators work with users to set a proxy hostname, port, and any bypass subdomains. This proxy configuration is automatically used by the Browser when the Wi-Fi access point is connected, and may optionally be used by other apps. The proxy and IP configuration is now backed up and restored across system updates and resets.
To meet the needs of tablet users, the platform now allows a "encrypted storage card" device policy to be accepted on devices with emulated storage cards and encrypted primary storage.